Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal di fasilitas kesehatan terdekat sebelum mendapatkan rujukan apabila membutuhkan layanan yang lebih lanjut.
Nihayatul mencontohkan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur yang harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan.
Baca Juga:
Komisi XII DPR Optimistis Target Lifting Minyak dan Gas 2027 Bisa Tercapai
Faktor geografis, luas wilayah, serta karakteristik daerah kepulauan membuat akses menuju fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di daerah, termasuk kawasan terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Menurutnya, pemerataan pembangunan kesehatan harus mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang setara.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Swasembada Delapan Komoditas Pangan, Bambang Haryadi: Ini Prestasi
Namun, Nihayatul mengingatkan bahwa pembangunan gedung dan fasilitas kesehatan saja belum cukup.
Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi faktor penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat beroperasi dan memberikan pelayanan secara maksimal.
“Persoalan terpentingnya adalah tenaga kesehatan kita. Kita itu harus punya minimal tujuh tenaga kesehatan, mulai dokter gigi, dokter umum, dan sebagainya. Namun kenyataannya masih ada berapa ribu puskesmas yang belum memenuhi kebutuhan tenaga medis kita,” jelasnya.