Hasil studi menunjukkan semakin sedikit faktor risiko vaskular yang dimiliki seseorang pada usia paruh baya, semakin panjang pula periode kehidupan tanpa demensia yang ditemukan dalam pengamatan tersebut.
Peserta yang tidak memiliki satu pun dari tiga faktor risiko tercatat memiliki tambahan 12,6 tahun bebas demensia dibandingkan kelompok peserta yang memiliki ketiga faktor risiko tersebut.
Baca Juga:
Cegah Demensia Sejak Dini, Perhatikan Asupan Omega-3 Anda
Sementara itu, peserta yang memiliki satu faktor risiko tercatat mendapatkan tambahan 8,8 tahun bebas demensia dibandingkan mereka yang memiliki ketiga faktor risiko.
Peserta dengan dua faktor risiko memiliki tambahan sekitar 3,5 tahun bebas demensia dibandingkan kelompok yang mempunyai diabetes, hipertensi, sekaligus kebiasaan merokok.
Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya upaya pencegahan sejak dini karena kondisi metabolik dan vaskular pada usia paruh baya dapat berkaitan dengan kesehatan otak beberapa dekade kemudian.
Baca Juga:
Masih Muda tapi Pelupa, Ini Penyebabnya
Perlmutter menilai kesehatan otak memiliki hubungan erat dengan kondisi metabolik dan vaskular, sehingga berbagai faktor yang muncul pada usia paruh baya dapat memberikan konsekuensi terhadap fungsi kognitif beberapa dekade kemudian.
Penelitian tersebut juga menunjukkan pola akumulatif karena semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula risiko demensia yang ditemukan.
Satu faktor risiko sudah memberikan perbedaan, sementara kombinasi dua faktor menunjukkan risiko lebih besar dan keberadaan ketiganya sekaligus berkaitan dengan kondisi yang jauh lebih buruk.