"Orang dengan ketiganya memiliki risiko sekitar 2,7 kali lipat terkena demensia dibandingkan dengan mereka yang tidak memilikinya," ucap Perlmutter.
Meskipun risiko demensia tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, sejumlah faktor yang berkaitan dengan kesehatan otak masih dapat dikelola jauh sebelum gangguan memori mulai terlihat.
Baca Juga:
Cegah Demensia Sejak Dini, Perhatikan Asupan Omega-3 Anda
Perlmutter mengingatkan ancaman terhadap kesehatan otak dapat berkembang jauh sebelum masalah ingatan muncul sehingga masyarakat perlu mengetahui kondisi tekanan darah, gula darah, dan kesehatan metaboliknya sejak dini.
"Jangan merokok," tegas Perlmutter.
Selain mengendalikan tekanan darah dan gula darah, menghindari kebiasaan merokok dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Masih Muda tapi Pelupa, Ini Penyebabnya
Ahli saraf Jeremy M. Liff, M.D., menambahkan pengelolaan faktor-faktor tersebut tidak hanya berhubungan dengan kesehatan otak, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Merokok, diabetes, dan tekanan darah jelas merupakan faktor risiko yang akan menghentikanmu menjalani kehidupan yang lebih panjang dan secara umum lebih sehat,” ucap Liff.
Menurut Liff, manfaat mengendalikan ketiga faktor risiko tersebut karena itu tidak semestinya hanya dilihat dari perspektif pencegahan gangguan fungsi kognitif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.