Dari informasi yang dihimpun, Deddi bersama rekannya Robert dan Bandi, bertemu oknum polisi itu di parkiran salah satu mal di Jalan Pom IX, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Mereka menemui oknum tersebut karena ingin menagih cicilan pembayaran mobil Avanza yang telah menunggak sejak 2022.
Baca Juga:
Kapolsek Cileungsi Pimpin Operasi Pekat Bersama Jajaran di Wilayah Cileungsi
Kata Robert, saat bertemu di halaman parkir mal, mereka melakukan pendekatan secara persuasif. Namun demikian, sang polisi tak terima dan langsung mengeluarkan senjata api dan sempat melepaskan tembakan.
Robert menuturkan usai mengeluarkan senjata api, pelaku mengeluarkan senjata tajam. Ia lantas menusuk rekannya, Deddi, di bagian pundak dan tangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Sunarto mengatakan tindakan penusukan yang dilakukan Aiptu FN adalah untuk melindungi keluarganya.
Baca Juga:
Diduga Bawa Kabur Motor Bos, Debt Collector Koperasi Asal Nias Barat Dilaporkan ke Polisi
"Mengapa dia melakukan itu? Yang pertama, karena dia melakukan untuk melindungi keselamatan keluarganya," kata Sunarto kepada wartawan, Selasa (26/3).
Sunarto menyebut saat kejadian Aiptu FN sedang bersama istri dan dua anaknya. Saat itu 12 orang yang diduga sebagai debt collector mendatangi mereka dan memaksa untuk menyerahkan kunci mobil.
"Jadi ada istri dan anaknya dua orang yang saat itu diancam oleh 12 orang yang diduga debt collector tadi, dengan menggedor-gedor kaca mobil kemudian memaksa untuk meminta kunci mobil dan memaksa keluar sehingga kemudian ada upaya untuk melindungi keluarga dari yang bersangkutan," tuturnya.