WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan kerja dengan meninjau langsung proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan, mendapatkan hak yang sama dalam mengakses pendidikan yang berkualitas, aman, serta inklusif.
Baca Juga:
Kemen PPPA Prihatin Kasus Kekerasan Seksual Anak di Asahan
Dalam agenda tersebut, Menteri PPPA berinteraksi langsung dengan para siswa serta tenaga pendidik guna melihat secara nyata kondisi pembelajaran di lapangan.
Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membangun karakter anak sejak dini melalui pendekatan berbasis komunitas.
"Sekolah Rakyat merupakan bentuk investasi negara untuk menyiapkan generasi masa depan. Program ini berawal dari Presiden Prabowo yang sangat mencintai anak-anak Indonesia. Beliau tidak mau ada anak-anak yang tidak bisa sekolah karena mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan. Saya bangga dan terharu melihat semangat anak-anak di sini. Sekolah Rakyat Ponorogo membuktikan bahwa pendidikan yang ramah anak dan berbasis komunitas bisa berjalan dengan sangat efektif," ujar Menteri PPPA.
Baca Juga:
Kemen PPPA dan BPIP Perkuat Kolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Nilai Pancasila
Selain meninjau kegiatan belajar di kelas, Menteri PPPA juga mengecek berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari asrama siswa, ruang belajar, hingga sarana pendukung lainnya.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek lingkungan sekolah mampu menunjang proses belajar sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia menilai bahwa kondisi fisik dan lingkungan sekolah sudah memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi anak.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.
"Lokasinya nyaman, udaranya bersih, dan fasilitasnya bagus. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mereka mendapatkan makan tiga kali sehari serta dua kali snack. Fasilitas di Sekolah Rakyat ini sangat representatif. Saya melihat ada ruang aman bagi anak untuk berekspresi. Ini sejalan dengan misi kementerian kami untuk menciptakan ruang publik dan lingkungan pendidikan yang benar-benar melindungi hak-hak anak," kata Menteri PPPA.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menegaskan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Ia mengingatkan seluruh pihak sekolah untuk memastikan tidak adanya praktik perundungan (bullying) serta bentuk kekerasan lainnya yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Saya berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan mengakses pendidikan di sekolah rakyat,” pungkas Menteri PPPA.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan bahwa konsep sekolah ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, integrasi antara program pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
"Sekolah Rakyat ini memang kami desain untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan karakter dan perlindungan yang layak. Kami berharap mereka mampu meraih masa depan yang cerah," ujar Lisdyarita.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]