WAHANANEWS.CO - Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah ditikam di area bandara sesaat usai mendarat, dalam insiden yang diduga dipicu dendam lama.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Bandara Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIT setelah korban tiba dari Ambon, di mana Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga:
Daftar Password Paling Mudah Dibobol, Banyak yang Masih Digunakan
Polisi bergerak cepat dengan menangkap dua terduga pelaku berinisial HR (28) dan FU (36), yang diduga melakukan penyerangan karena motif dendam, meski detail konflik masih didalami.
"Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu," kata Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi.
Nus Kei dikenal bukan hanya sebagai politikus, tetapi juga figur yang kerap terlibat konflik dengan kelompok John Refra alias John Kei, yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai keponakannya.
Baca Juga:
OTT Diskominfo Tebingtinggi, Polda Sumut Sita Sejumlah Uang dan Tetapkan Dua Tersangka
Konflik keduanya pernah memuncak dalam kasus penyerangan di kawasan Green Lake City, Tangerang pada 2020, yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, serta berujung pada vonis 15 tahun penjara terhadap John Kei.
Perseteruan tersebut berawal dari sengketa pembagian uang hasil penjualan lahan seluas 31 hektare di RSUD Haulussy, Ambon, dengan nilai mencapai Rp49,97 miliar, di mana terjadi perbedaan pandangan terkait uang Rp1 miliar yang diklaim sebagai pinjaman oleh pihak John Kei.
Bentrok lain kembali terjadi pada Oktober 2023 di Bekasi saat kelompok Nus Kei mendatangi markas kelompok John Kei di Medan Satria, yang berujung penembakan dan menewaskan satu orang dari pihak Nus Kei.
Dalam peristiwa itu, aparat mengungkap adanya komunikasi antara John Kei dan Nus Kei sebelum bentrokan terjadi, meski saat itu John Kei berada dalam tahanan.
Hingga kini, kepolisian belum memastikan apakah penikaman di bandara berkaitan langsung dengan rangkaian konflik sebelumnya antara kedua kelompok tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif," ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta kader tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.
"Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," katanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]