WahanaNews.co | Indonesia
tidak perlu buru-buru transisi energi, dari energi fosil ke energi terbarukan.
Meski proses tetap dilakukan,
pembangkit fosil jangan serta-merta dimatikan sebelum ada sumber lain yang
jelas terbukti.
Baca Juga:
Dukung Penyelenggaraan Asia-Electricity Connect 2026, ALPERKLINAS: Momentum Strategis Percepat Transisi Energi Nasional
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Herman
Daniel, mengatakan bahwa Indonesia belum mencapai puncak penggunaan energi.
Berbeda dengan negara di Eropa dan
Amerika.
"Mereka sudah mencapai puncak dan
sekarang transisi," kata dia, dalam webinar Dampak Regulasi EBT Terhadap
Ketahanan Energi Nasional, Senin (2/8/2021).
Baca Juga:
PLN Raih 46 Penghargaan PROPER, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Menuju Listrik Bersih Nasional
Indonesia masih membutuhkan berbagai
pembangkit saat ini, termasuk PLTU batubara, demi menggerakkan perekonomian
nasional.
Sampai ada sumber energi yang bisa
menggantikan pasokan dari pembangkit saat ini, Indonesia jangan buru-buru
berencana menghentikan operasi pembangkit sekarang.
"Jangan sampai terjebak. Sudah
terlanjur mematikan PLTU, ternyata pembangkit EBT tidak siap," kata dia.