Program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat di daerah yang secara geografis sulit diakses dan memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan.
"Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang," kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, pada Jumat (14/8).
Baca Juga:
Pergantian Kepala BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden menjelaskan, ambulans udara nantinya dirancang agar dapat digunakan untuk menjangkau wilayah dengan kondisi medan yang tidak mudah.
Pesawat atau armada tersebut diharapkan mampu mendarat di berbagai lokasi, termasuk lapangan rumput, kawasan berpasir, maupun wilayah di sekitar tepi sungai.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya masih kerap menerima laporan mengenai masyarakat yang mengalami kondisi darurat kesehatan, termasuk ibu hamil dan bayi, yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Baca Juga:
Menkes Targetkan Serapan Anggaran Kemenkes Tembus di Atas 95 Persen, Tata Kelola Diperbaiki
Jarak yang jauh antara tempat tinggal masyarakat dengan fasilitas kesehatan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi.
Pemerintah pun didorong menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas, tetapi juga mampu membawa pelayanan medis lebih dekat kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, program ambulans udara dan dokter terbang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan akses kesehatan di seluruh Indonesia.