“Kita harapkan undang-undang yang akan kita keluarkan itu merupakan undang-undang yang aplikatif, yang memang dibutuhkan oleh industri untuk mempercepat kegiatan-kegiatan industri,” katanya.
Produksi Minyak Terus Menurun
Baca Juga:
Sandy Walsh Antusias Jalani Latihan Perdana Bersama Persib di GBLA
Urgensi peningkatan lifting minyak juga menjadi perhatian Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan.
Ia menyoroti penurunan produksi minyak nasional yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir.
Rokhmat mengingatkan bahwa produksi minyak Indonesia pernah berada pada level sekitar 1,6 juta barel per hari pada 1998.
Baca Juga:
Pedagang Luar Pasar Resmi Masuk Pasar Sidikalang, Kebijakan PD Pasar Diapresiasi
Namun, angka tersebut terus mengalami penurunan hingga kini berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan serius dalam penyusunan regulasi migas yang baru.
Terlebih, pemerintah saat ini tengah mendorong tercapainya kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi nasional sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.