“Bapak Presiden Prabowo ingin sekali kedaulatan energi tercapai, kemandirian energi tercapai, ketahanan energi tercapai. Dengan cara apa? Lifting minyak naik, lifting gas naik,” ujar Rokhmat.
Menurut Rokhmat, peningkatan produksi migas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga:
Sandy Walsh Antusias Jalani Latihan Perdana Bersama Persib di GBLA
Kenaikan produksi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara serta mengurangi kebutuhan impor energi.
Karena itu, ia menilai revisi UU Migas perlu dirancang untuk menciptakan tata kelola yang lebih efektif dan mampu memberikan dorongan nyata terhadap investasi, kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga peningkatan produksi migas nasional.
Upaya meningkatkan lifting dinilai menjadi semakin penting di tengah kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.
Baca Juga:
Pedagang Luar Pasar Resmi Masuk Pasar Sidikalang, Kebijakan PD Pasar Diapresiasi
Tanpa peningkatan produksi dalam negeri, ketergantungan terhadap impor berpotensi semakin besar dan dapat memberikan tekanan terhadap ketahanan energi.
Tetap Sejalan dengan Transisi Energi.
Di tengah dorongan untuk meningkatkan produksi migas, Eddy juga mengingatkan bahwa kebijakan energi nasional tetap harus berjalan beriringan dengan agenda transisi energi.