Edy menilai ketepatan sasaran merupakan bagian penting dari efektivitas MBG.
Program tersebut, kata dia, tidak seharusnya hanya dipandang sebagai upaya menyediakan makanan bagi sebanyak mungkin orang, tetapi harus diarahkan untuk memperbaiki status gizi kelompok yang paling membutuhkan.
Baca Juga:
Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG, Gejala dari Gatal hingga Sesak Napas
Upaya tersebut juga dinilai sejalan dengan tujuan jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Perbaikan gizi sejak usia dini diharapkan dapat membantu menekan persoalan malnutrisi dan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Edy meminta pemerintah memperjelas basis data mengenai jumlah penerima manfaat MBG.
Baca Juga:
Ada Dugaan Keracunan MBG Lagi di Berastagi, Sudaryono Angkat Suara
Menurutnya, kepastian mengenai jumlah dan karakteristik penerima sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat menyusun kebutuhan anggaran secara lebih akurat.
Dengan data penerima yang jelas, pengalokasian anggaran diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.
Anggaran program juga perlu dipastikan benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok yang menjadi sasaran utama penanganan malnutrisi dan stunting.