WahanaNews.co I Masalah uang bantuan sosial disunat,
menurut John Kenedy Azis, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar,
sudah lama terjadi.
Baca Juga:
Rapat dengan Kepala BNN, Komisi III DPR Ramai Soroti Bahaya Whip Pink
Hal itu disampaikannya merespons banyaknya kasus uang bansos
yang disunat oleh oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
"Masalah uang bansos disunat, setahu saya sudah lama
ini terjadi," kata John Kenedy saat dihubungi wartawan, Minggu (1/8/2021).
Baca Juga:
Polres Sleman Minta Maaf, Akui Salah Pasal dalam Kasus Hogi Minaya
John menyarankan Kementerian Sosial lebih baik bekerja sama
dengan bank-bank yang ada sampai tingkat desa.
Selain mencegah praktik penyunatan uang bansos terulang, hal
ini untuk mempermudah penerima bantuan PKH membuat rekening, begitu juga dengan
penyaluran bansos tunainya.
"Yang paling penting adalah Kemensos bekerja sama
dengan bank-bank, khususnya bank-bank yang ada sampai tingkat desa, katakanlah
itu BRI, BNI dan atau bank-bank milik Pemerintah Daerah," ujarnya.
Selain itu, bank-bank tersebut juga harus berani dan mau
membantu masyarakat bagaimana cara membuka rekening untuk penerima bansos.
Hal tersebut juga akan mempermudah jika Kemensos atau
Kementrian/Lembaga lain yang ingin memberikan bantuan untuk masyarakat akan
menjadi lebih mudah dan aman.
Serta diharapkan masyarakat akan menerima bantuan lebih aman
dan tanpa dipotong oleh oknum-oknum tertentu.
"Dengan telah dimilikinya rekening oleh masyarakat dan
nanti Kemensos atau Kementrian Lembaga terkait yang ingin memberikan bantuan
untuk masyarakat akan menjadi lebih mudah dan aman," ujarnya.
"Di samping itu akan menambah gairah masyarakat untuk
menabung dan dengan sendirinya juga akan menambah hidup bank-bank
setempat," pungkasnya. (tum)