Kondisi tersebut membuat perempuan harus bekerja lebih keras untuk memperoleh kesempatan yang setara dengan laki-laki dalam dunia politik.
"Kedua, partai politik tetap menjadi penjaga gerbang yang penting untuk mewujudkan kesetaraan," tegasnya.
Baca Juga:
10 Negara Paling Aman dan Ramah untuk Perempuan: Singapura Masuk, RI Masih di Bawah
Irine menjelaskan bahwa partai politik memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan partisipasi politik perempuan.
Hal itu dilakukan melalui mekanisme rekrutmen kader, penempatan calon legislatif dalam daftar pemilihan, hingga pembentukan budaya organisasi yang inklusif dan mendukung kepemimpinan perempuan.
Karena itu, menurutnya, reformasi kelembagaan di tubuh partai politik menjadi langkah penting yang harus dilakukan secara bersamaan dengan perubahan pola pikir dan budaya di masyarakat agar kesetaraan gender dapat terwujud secara lebih nyata.
Baca Juga:
Kementerian PPPA Tekankan Isu Gender Harus Masuk RPJMD 2025–2029
Poin ketiga yang disoroti Irine adalah pentingnya membangun kemitraan antara laki-laki dan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender.
Ia menekankan bahwa upaya menghapus stereotip dan norma sosial yang merugikan perempuan tidak dapat dilakukan oleh perempuan semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
"Kesetaraan gender bukan hanya agenda perempuan, ini adalah agenda pemerintahan yang demokratis," tegasnya.