Menteri PPPA berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan perlindungan serta pendidikan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Jombang.
Ia juga mendorong agar seluruh pihak turut berperan dalam mendukung optimalisasi fungsi UPTD PPA.
Baca Juga:
Arifah Fauzi Apresiasi Sekolah Rakyat Ponorogo, Dinilai Efektif Bangun Generasi Masa Depan
“Saya ingin UPTD ini dibantu semua pihak, supaya fungsi UPTD ini semakin maksimal. Kita berharap pencegahan dapat dilakukan dengan baik. Saya yakin Jombang bisa menjadi pilot project penanganan kasus perlindungan anak dan perempuan secara maksimal,” pungkas Menteri PPPA.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kabupaten Jombang, Mardhiyah Dina Ekawati, menyampaikan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya menunjukkan tren penurunan dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data DPPKB-PPPA, pada tahun 2025 tercatat 183 kasus, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 256 kasus.
Baca Juga:
Menteri PPPA Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Soroti Fasilitas Ramah Perempuan dan Anak
Meskipun demikian, pihaknya menilai kondisi ini belum sepenuhnya mencerminkan bahwa persoalan kekerasan telah terselesaikan.
Ia menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka kekerasan, terutama melalui penguatan program pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah memberikan edukasi langsung kepada pelajar di sekolah-sekolah dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.