Inspeksi itu dilakukan langsung ke dua dapur MBG yang dipersoalkan guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Nanik mengaku sangat marah karena kedua kepala SPPG tersebut direkrut sebagai perwakilan BGN namun justru ada upaya menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang dianggap keji.
Baca Juga:
KPK Temukan 8 Poin Tata Kelola MBG: Potensi Rente Hingga Indikator Keberhasilan Belum Ada
“Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan,” tukas Nanik.
Setelah itu Nanik juga menghubungi seorang menteri yang namanya dicatut oleh pihak yayasan yang mengklaim sebagai cucunya.
Menteri tersebut, yang tidak disebutkan identitasnya, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki cucu yang mengelola dapur MBG seperti yang diklaim.
Baca Juga:
Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara Anggaran EO Rp113 Miliar Disorot Publik
“Tutup saja dapurnya!” seru Nanik menirukan ucapan menteri.
Menurut Nanik, sang menteri bahkan berpesan agar tidak ada anggota keluarganya yang diberi fasilitas pengelolaan titik SPPG.
Sementara itu tim sidak yang dipimpin Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro menemukan kondisi dapur yang sangat memprihatinkan.