WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa program pembangunan rumah subsidi diproyeksikan mampu menyerap hingga 80 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor.
Program ini dinilai tidak hanya menjawab kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional.
Baca Juga:
Gotong Royong Tanpa APBN, Kementerian PKP Tata Kawasan Kumuh Menteng
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekertariat.kabinet, Seskab menjelaskan bahwa keterlibatan puluhan ribu tenaga kerja tersebut akan berlangsung dalam proses pembangunan sebanyak 141.000 unit rumah subsidi yang tengah disiapkan pemerintah.
Program ini menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan perumahan nasional.
Teddy menyampaikan bahwa informasi tersebut berdasarkan laporan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Kementerian PKP Siapkan Groundbreaking 600 Hunian Tetap untuk Warga Terdampak Bencana di Sumbar
Pertemuan itu berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP memaparkan berbagai perkembangan terkini terkait pelaksanaan program rumah subsidi, termasuk kesiapan lahan, progres pembangunan, serta dampak sosial ekonomi yang dihasilkan.
“Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan terserap sekitar 80 ribu tenaga kerja di segala sektor. Dan mempercepat perputaran rantai perekonomian,” kata Teddy dalam keterangannya di @sekertariat.kabinet, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.