Hunian tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk ruang terbuka untuk aktivitas warga dan area bermain anak-anak, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” tambahnya.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program relokasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dan tidak hanya berfokus di kawasan Senen.
Pemerintah juga telah merencanakan peninjauan lanjutan di sejumlah titik lain yang memiliki kondisi serupa, termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Tanah Abang dan Kampung Bandan.
“Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak,” jelasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Mulai Bangun Rusun Subsidi di Meikarta Dukung Program 3 Juta Rumah
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan bahwa pembangunan telah dimulai sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan konstruksi pelat merah telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan di lapangan.
“Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Dony Oskaria.