WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus mempercepat penanganan hunian bagi warga yang terdampak penataan kawasan bantaran rel.
Hal tersebut terlihat saat Maruarar Sirait bersama Dony Oskaria meninjau langsung kesiapan pembangunan hunian relokasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis malam (2/4/2026).
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya digelar bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, khususnya dalam hal penyediaan lahan serta percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel.
Pemerintah menargetkan proses ini berjalan cepat agar warga segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah langsung bergerak usai rapat yang dilaksanakan sehari sebelumnya di Gedung BP BUMN.
Baca Juga:
Pemerintah Mulai Bangun Rusun Subsidi di Meikarta Dukung Program 3 Juta Rumah
Ia juga memberikan apresiasi atas kesiapan berbagai pihak yang telah menunjukkan progres signifikan dalam waktu singkat.
“Kemarin kita rapat dengan Pak Doni di Gedung BP BUMN sebagai Kepala Badannya, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas,” ujar Menteri PKP.
Dalam penjelasannya, Maruarar menyebutkan bahwa total hunian yang akan dibangun di lokasi tersebut mencapai 324 unit.
Hunian tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk ruang terbuka untuk aktivitas warga dan area bermain anak-anak, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program relokasi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dan tidak hanya berfokus di kawasan Senen.
Pemerintah juga telah merencanakan peninjauan lanjutan di sejumlah titik lain yang memiliki kondisi serupa, termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Tanah Abang dan Kampung Bandan.
“Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan bahwa pembangunan telah dimulai sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan konstruksi pelat merah telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan di lapangan.
“Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Dony Oskaria.
Ia juga menambahkan bahwa konsep hunian yang dibangun berupa rumah tapak, bukan rumah susun, sehingga diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat yang direlokasi.
Secara keseluruhan, pembangunan hunian relokasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menata kawasan bantaran rel agar lebih tertib, aman, dan nyaman.
Kolaborasi antara Kementerian PKP, BP BUMN, BUMN konstruksi, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan mampu mempercepat realisasi program ini dan memberikan solusi nyata bagi warga terdampak.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]