Dari sisi ekonomi, manfaat yang dihasilkan melalui penerapan B50 juga meningkat dibandingkan program Biodiesel B40.
Jika sebelumnya penghematan devisa mencapai sekitar Rp133 triliun, maka melalui B50 nilainya diperkirakan meningkat menjadi Rp170 triliun.
Baca Juga:
Soal Harga Pertamax Pekan Depan, Bahlil: Kita Lihat Aja Nanti
Kebijakan ini juga memberikan dampak positif bagi industri kelapa sawit nasional.
Kebutuhan CPO diproyeksikan naik dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton, sehingga memperkuat kepastian pasar bagi petani sawit dan pelaku industri.
Sejalan dengan itu, nilai tambah industri CPO diperkirakan meningkat dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.
Baca Juga:
Harga Gas Industri Resmi Dipangkas, Dasco Nilai Kebijakan Bisa Cegah PHK
Selain memperkuat sektor energi dan industri, implementasi B50 juga membuka peluang kerja yang lebih luas.
Penyerapan tenaga kerja diperkirakan meningkat dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta orang setelah penerapan B50.
Di sisi lain, penggunaan biodiesel dinilai mampu mendukung upaya pemerintah dalam menekan dampak perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.