WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan memberikan apresiasi terhadap aksi pegiat lingkungan Jerhemy Nemo bersama masyarakat dan sejumlah komunitas yang menebang ribuan pohon kelapa sawit yang ditanam secara ilegal di kawasan hutan lindung di Aceh.
Menurut Daniel, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menjadi contoh praktik restorasi hutan yang melibatkan berbagai pihak.
Baca Juga:
Subardi Sebut Kepergian Rachmat Gobel Kehilangan Besar bagi Dunia Politik dan Industri
Ia menilai, pemulihan kawasan hutan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, komunitas konservasi, lembaga pengelola hutan, hingga organisasi sipil agar upaya rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Aksi yang dilakukan pegiat lingkungan Jerhemy Nemo bersama sejumlah komunitas dan masyarakat merupakan langkah positif yang patut didukung semua pihak," ujar Daniel dalam keterangannya kepada Parlementaria, Jumat (10/7/2026).
Sebelumnya, Jerhemy Nemo menjadi sorotan publik setelah membagikan dokumentasi kegiatan penebangan sekitar 1.300 pohon sawit yang ditanam secara ilegal di kawasan hutan lindung seluas kurang lebih 10 hektare di Aceh.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong Sinergi Pemerintah dan Swasta Percepat Pengembangan Desa Wisata
Kawasan tersebut selanjutnya akan direstorasi melalui penanaman kembali berbagai jenis pohon hutan asli agar mampu mengembalikan fungsi ekologis kawasan, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan daya dukung lingkungan.
Kegiatan pemulihan kawasan hutan itu dilaksanakan bersama masyarakat setempat dengan dukungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah 7 serta sejumlah organisasi konservasi yang selama ini aktif melakukan pelestarian lingkungan di wilayah Aceh Tamiang.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan proses rehabilitasi berjalan secara efektif.