Sementara itu, secara keseluruhan di Provinsi Jawa Tengah, jumlah penerima BSPS melonjak dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30 ribu unit pada 2026.
Menteri PKP juga memberikan apresiasi kepada seluruh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan jajaran Kementerian PKP yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program bantuan rumah swadaya tersebut.
Baca Juga:
Negara Hadir di Perbatasan, 15.000 Rumah Warga Siap Direhabilitasi Tahun 2026
Di sela agenda peluncuran, Menteri PKP turut meninjau langsung rumah milik salah satu calon penerima bantuan BSPS bernama Warningsih, warga Desa Kaliwlingi.
Warningsih diketahui bekerja sebagai pedagang makanan dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Kondisi rumah yang ditempati Warningsih masih tergolong memprihatinkan. Sebagian bangunan rumah masih menggunakan bambu yang sudah rapuh, dinding anyaman bambu, serta belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.
Baca Juga:
Tingkatkan Transparansi, Kemen PKP Sinergi dengan BPK Awasi Program Perumahan
Warningsih mengaku bersyukur karena akhirnya memperoleh bantuan perbaikan rumah setelah sebelumnya belum pernah mendapatkan program serupa.
“Alhamdulillah saya belum pernah dapat bantuan seperti ini. Dulu pernah didata dan difoto, tapi belum ada realisasi. Kondisi rumah juga sering bocor dan kalau mau buang air harus ke pasar karena di rumah belum ada fasilitasnya. Terima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Prabowo atas bantuan ini,” ujarnya.
Selain meluncurkan program BSPS, Menteri PKP juga meninjau simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) yang dilaksanakan masyarakat Desa Kaliwlingi.