“Serta pengawasan terhadap seluruh titik rawan agar api yang telah dikendalikan tidak kembali menyala atau menyebar ke kawasan lain. Prioritas saat ini harus jelas padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya,” tutur Puan.
Menurut Puan, strategi pemadaman harus disusun berdasarkan kondisi lapangan secara menyeluruh.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Evaluasi Total Latsarmil Usai Muncul Korban Jiwa
Operasi pemadaman baik dari darat maupun udara perlu mempertimbangkan arah dan kecepatan angin, pergerakan titik api, kondisi vegetasi yang terbakar, hingga kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
“Pada saat yang sama, kualitas udara dan potensi penyebaran asap ke permukiman harus terus dipantau,” ungkap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Selain penanganan api, Puan menilai pemerintah juga harus mulai menyiapkan langkah pemulihan kawasan yang terdampak.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Pemerintah perlu memiliki data dan peta yang jelas mengenai tingkat kerusakan vegetasi, habitat satwa, kondisi tanah, daerah tangkapan air, hingga wilayah yang berpotensi mengalami erosi dan kerusakan lanjutan.
Menurutnya, proses pemulihan kawasan Bromo tidak dapat dilakukan dengan pendekatan sederhana.
Rehabilitasi harus menyesuaikan tingkat kerusakan di setiap lokasi dan mempertimbangkan karakteristik ekosistem setempat.