Atas dasar itu, Puan mendorong pemerintah memperkuat strategi pencegahan, terutama di daerah yang telah dipetakan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Pemetaan potensi penjalaran api juga harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan oleh petugas di lapangan.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Evaluasi Total Latsarmil Usai Muncul Korban Jiwa
“Termasuk pemetaan potensi penjalaran api yang harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret di lapangan. Dengan sistem seperti itu, sumber daya dapat dikerahkan lebih awal sehingga api dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” paparnya.
Puan turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan karhutla.
Kebakaran dalam skala besar tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga berpotensi menghasilkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Karena itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan layanan kesehatan dan mekanisme perlindungan khusus bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan apabila kualitas udara mengalami penurunan.
“Pemerintah daerah harus menyiapkan layanan kesehatan dan perlindungan khusus bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan apabila kualitas udara memburuk,” ucap Puan.
Menurut Puan, langkah antisipasi tidak boleh menunggu hingga asap dan dampak kebakaran masuk ke kawasan permukiman.