“Kawasan yang terbakar harus dibagi berdasarkan tingkat kerusakannya dan diberikan intervensi pemulihan yang berbeda dengan mengutamakan regenerasi vegetasi asli dan pemulihan fungsi ekologis kawasan,” ujar Puan.
Di samping dampak lingkungan, Puan turut mengingatkan adanya konsekuensi ekonomi yang harus diperhitungkan akibat penutupan total kawasan Bromo.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Evaluasi Total Latsarmil Usai Muncul Korban Jiwa
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, Bromo menjadi sumber penghasilan bagi banyak masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar.
“Bromo merupakan ekosistem ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada jip wisata, homestay, penginapan, perdagangan, kuliner, pemandu wisata, transportasi, hingga berbagai usaha kecil di desa-desa penyangga,” terang Puan.
Oleh sebab itu, pemerintah diminta segera melakukan asesmen untuk mengetahui seberapa besar dampak penutupan kawasan terhadap pendapatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Data tersebut penting agar apabila penutupan berlangsung dalam waktu lama, bantuan maupun dukungan pemerintah dapat diberikan kepada kelompok yang paling terdampak.
“Sehingga apabila penutupan berlangsung panjang, dukungan Pemerintah dapat diarahkan secara presisi kepada kelompok yang benar-benar kehilangan sumber pendapatan,” sebutnya.
Puan mengingatkan agar masyarakat yang selama ini ikut menjaga sekaligus mendukung aktivitas pariwisata Bromo tidak justru menjadi pihak yang paling terbebani akibat bencana tersebut.