Selain kawasan Bromo, Puan meminta pemerintah meningkatkan pemantauan terhadap taman nasional, kawasan hutan, maupun wilayah lainnya yang memiliki potensi mengalami karhutla.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Evaluasi Total Latsarmil Usai Muncul Korban Jiwa
Pernyataan tersebut disampaikan Puan menyusul kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kebakaran di wilayah tersebut dilaporkan terus meluas dan mulai mendekati kawasan permukiman warga.
Kondisi angin yang cukup kencang turut mempercepat penjalaran api, khususnya pada wilayah lahan gambut.
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Berdasarkan data hingga Jumat (7/8), luas lahan yang terdampak karhutla di Palangka Raya telah mencapai 162,49 hektare.
Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena kondisi kemarau dan potensi terjadinya El Nino kuat diperkirakan dapat meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut Puan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa karhutla tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan.