Lebih lanjut, Ramson mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencatat sejarah sebagai salah satu produsen minyak utama di kawasan dengan lifting mencapai sekitar 1,3 juta barrel per day pada tahun 2001.
Namun dalam dua dekade terakhir angka tersebut terus mengalami penurunan hingga kini berada di kisaran 600 ribu barrel per day.
Baca Juga:
Pemerintah Kembali Aktifkan Sumur Migas Tua, Bahlil Targetkan Produksi Rakyat Tembus Jutaan Barel
Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan sektor energi.
Ia berharap Pertamina Hulu Energi dapat memanfaatkan mandat besar yang diberikan pemerintah untuk mempercepat eksplorasi, meningkatkan investasi hulu migas, serta memperkuat strategi pengembangan lapangan guna mendukung target swasembada energi nasional.
Ramson juga menaruh harapan besar agar pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sektor migas nasional mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan peningkatan produksi yang signifikan.
Baca Juga:
Presdir Shell Indonesia: Zat Aditif Hanya Berikan Nilai Tambah, Tak Mengubah RON BBM
Peningkatan lifting minyak dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.