WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah telah menuntaskan Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (25/2026). DPR dan pemerintah menyepakati sejumlah hal dalam rakor tersebut.
"Dan kami tadi sudah membahas tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra yang sudah disetujui oleh Bappenas dan juga alhamdulillah anggrarannya telah disetujui pemerintah. Sehingga tadi kami melakukan koordinasi-koordinasi agar kegiatan-kegiatan rehabilitas dan rekonstruksi maupun secara teknis rencana kerja kementerian/lembaga bisa berjalan dengan baik," ujar Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers, melansir CNBC Indonesia.
Baca Juga:
Kritik Banjir Dibalas Molotov, Amnesty Nilai Negara Tak Boleh Diam
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melaporkan dua hal dalam rakor tersebut.
Pertama, update situasi. Kedua, rencana pemerintah ke depan, terutama persetujuan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.
Tito menjelaskan, tahapan pertama yang dilakukan pemerintah setelah ada bencana adalah tanggap bencana. Seluruh kementerian/lembaga (K/L) hingga pemerintah daerah bergerak di bawah komando Presiden Prabowo Subianto. Tito pun mengeklaim termitigasi dengan baik.
Baca Juga:
Menteri ATR/BPN Siap Lindungi Lahan di Sumatra dari Mafia Tanah
Setelah itu, menurut dia, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dibentuk 8 Januari 2026. Tito mengaku koordinasi dilakukan dengan semua K/L dan pemda.
"Ini progresnya cukup baik. Pemerintahan kabupaten yang tadinya ada yang tidak jalan, semua jalan semua. Kecamatan sudah. Kantor desa ada beberapa yang terdampak meskipun operasional sudah berjalan tapi masih ada yang di huntara (hunian sementara), di rumah kades, dan lain-lain," kata Tito.
Eks Kapolri itu pun memastikan layanan listrik, BBM, hingga internet sudah berjalan lancar. Kecuali beberapa desa yang terisolasi karena jalannya longsor, terutama di Aceh Tengah dan Tapanuli Tengah.