WAHANANEWS.CO, Jakarta -Samuel Wattimena, anggota Komisi VII DPR RI, mendorong penerapan kebijakan kuota wajib penayangan film nasional di bioskop.
Usulan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi sekaligus memperkuat posisi film karya anak bangsa agar tidak kalah bersaing dengan film internasional yang saat ini mendominasi pasar.
Baca Juga:
Pemerintah Sambut Fatwa Muhammadiyah soal Penyembelihan Dam di Tanah Air
Menurut Samuel, sistem distribusi layar bioskop di Indonesia hingga kini masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga akses masyarakat di daerah lain terhadap film nasional masih terbatas.
Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerataan industri perfilman nasional.
“Juga bagaimana atau apakah mungkin menetapkan kuota wajib penayangan film nasional? Kembali lagi, ini juga bukan segedar menjadi tanggung jawab dari pihak bioskop atau yang menayangkan film, ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Samuel dalam RDPU Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama asosiasi dan perusahaan perfilman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca Juga:
Pemanfaatan AI di Sekolah Kini Diatur, Pemerintah Tekankan Kesiapan dan Usia Anak
Ia juga menyoroti ketimpangan besar yang dihadapi produser lokal, khususnya dalam hal promosi.
Film-film asing umumnya memiliki anggaran pemasaran yang jauh lebih besar, sehingga lebih mudah menjangkau penonton dan menguasai layar bioskop.
Oleh karena itu, Samuel mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga pengelola bioskop, untuk duduk bersama mencari solusi konkret demi memperkuat ekosistem perfilman nasional.