WahanaNews.co | Siapa yang tidak mengenal Letjen (Purn) Sintong Panjaitan.
Pria berdarah Batak ini patut diperhitungkan dalam tubuh Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Baca Juga:
PLTU IP Labuhan Angin Teken PKT Pengamanan dengan Mako Kopassus untuk Proyek Recovery Unit 1
Hampir 30 tahun berkarier sebagai prajurit Baret Merah, jenderal yang lahir di Sigompulon, Tarutung ini merupakan personifikasi yang memiliki daya juang, kecerdasan, keberanian, taat aturan, integritas, dan solidaritas.
Selama karier militernya, Sintong tak kurang terlibat dalam 20 operasi penting yang dibebankan di pundaknya.
Sintong Panjaitan sudah menyabung nyawa di berbagai pertempuran, mulai dari operasi penumpasan DI/TII di Sulawesi, operasi mengatasi pemberontakan Mandatjan di Irian Barat, operasi penumpasan TNKU di Kalimantan, operasi pembebasan pesawat Woyla, dan masih banyak yang lainnya.
Baca Juga:
Pembentukan Karakter Kepemimpinan, 87 Talenta Hutama Karya Dilatih Kopassus
Dikutip dari buku "Sang Prajurit Pemberani (Biografi Lengkap Sintong Panjaitan)", Kamis (26/10/2022), Sintong Panjaitan kebanyakan melaksanakan operasi dalam satuan nonreguler ketika masih menjadi prajurit.
Jika sebuah operasi dilaksanakan oleh satuan nonreguler, maka operasi tersebut bersifat tertutup atau rahasia; pelaksana operasi tidak akan menggunakan tanda pengenal apa pun yang mengaitkannya dengan kesatuannya.
Ia tidak akan menggunakan seragam, tanda kepangkatan, dan tanda pengenal satuannya.