“Dengan adanya Bapak dan Ibu yang sudah bergerak seperti ini, artinya sudah membantu pemerintah mencapai target pengolahan sampah yang lebih baik. Yang akan merasakan manfaatnya tentu kita semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Diaz juga meninjau langsung area Kebun A-Green dan berdialog dengan pengelola mengenai proses pemilahan serta pengolahan sampah yang telah diterapkan hingga menjadikan kawasan tersebut sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Menurut Iin, berbagai RW percontohan yang telah terbentuk menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
“Jakarta Barat terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” jelasnya.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Kelola Sampah Jadi 50 Ton RDF per Hari Melalui LSDP
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Saat ini, Jakarta Barat memiliki 585 RW dan terus mendorong semakin banyak wilayah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program studi tiru serta pendampingan antarwilayah.
“Kami berharap semakin banyak RW menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Jakarta Barat siap menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” pungkas Iin.