WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota DPR RI Willy Aditya mengusulkan penyediaan pojok baca di sejumlah area transit di lingkungan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Gagasan tersebut ditujukan agar seluruh unsur yang bekerja di DPR, mulai dari office boy (OB), petugas kebersihan (cleaning service), sopir, petugas pengamanan dalam (Pamdal), hingga karyawan Sekretariat Jenderal DPR memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses bahan bacaan dan meningkatkan budaya literasi.
Baca Juga:
Willy Aditya Tegaskan Fokus Revisi UU HAM untuk Pemajuan dan Perlindungan Hak Warga Negara
Menurut Willy, upaya membangun budaya membaca tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.
Sebaliknya, gerakan literasi dapat diawali dari lingkungan terdekat dengan menghadirkan ruang baca yang mudah dijangkau oleh seluruh pekerja tanpa memandang jabatan maupun profesinya.
“Niat baik membangun literasi bisa dimulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita, untuk orang-orang di lingkungan kita sendiri,” kata Willy dikutip dari situs resmi DPR RI, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga:
Gerakan Literasi dari Kota ke Dusun, Pegiat Literasi Papua Pegunungan Apresiasi Relawan Literasi di Tolikara
Gagasan tersebut juga disampaikan Willy saat menjadi pembicara dalam talk show Festival Literasi DPR bertajuk "Literasi Budaya untuk Demokrasi: Merawat Kearifan, Menguatkan Kebangsaan" yang berlangsung di Perpustakaan DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Diskusi tersebut turut menghadirkan pegiat literasi Wien Muldian serta Dosen Komunikasi Universitas Bina Nusantara sekaligus peneliti doktoral bidang komunikasi, Andari Karina Anom.
Ketiganya mewakili sudut pandang berbeda, yakni politik, gerakan literasi, dan dunia akademik dalam membahas pentingnya memperkuat budaya membaca di Indonesia.