Namun James Russell Lowell sering dianggap yang mempopulerkannya dalam konteks politik modern.
Apakah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini memasuki episode Kakistokrasi ?
Baca Juga:
Hari Pers Se-Dunia, FORWAMKI Dorong Perlindungan Martabat Wartawan
Jika secara geneologi pemikiran bahwa Kakistokrasi dipahami sebagai bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh orang - orang yang tidak kompeten, tidak memiliii integritas, atau tidak memenuhi syarat moral, maka ada benarnya jika Indonesia sedang memasuki episode kakistokrasi.
Pemikir kebhinekaan Sukidi (2026) dalam Forum Intelektual Antar Disiplin (FIAD) yang diselenggarakan di FK UI ketika diskusi mendalam bersama penulis dan kawan-kawan meyakini itulah yang terjadi di Indonesia saat ini.
Noah Smith Jurnalis The Washington post dalam opininya yang berjudul Trumpism is kakistocracy (2024) menjelaskan satu narasi penting penyebab terjadinya kakistokrasi yaitu a cult of personality prizes loyalty above competence.
Baca Juga:
Tuduhan Makar ke Saiful Mujani Dinilai Berlebihan, Pakar: Hanya Opini Akademik
Kultus personal dan mengutamakan loyalitas diatas kompetensi. Bahkan mereka bersekongkol untuk menyingkirkan orang-orang yang kompeten.
Jika realitas seperti itu benar-benar terjadi di Indonesia maknanya kita benar-benar sedang memasuki episode gelap yang membutuhkan kehadiran kolektif pembawa cahaya, dan cahaya itu hadir dari api perlawanan terhadap rezim kakistokrasi. [*]
*) Penulis adalah Aktivis 98, Sosiolog Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ)