Divalidasi dengan kinerja penegak hukum yang tidak bisa diandalkan atau diharapkan sama sekali. Membuat seseorang yang merasa dirinya mendapati tindakan pelanggaran hak privasi atau perbuatan tidak menyenangkan dan berusaha untuk mendapatkan keadilan lewat instansi penegak hukum, hanya mendapat "Hembusan Angin".
Miris memang!
Baca Juga:
Ombudsman Ingatkan Tawaran Kerja ke Luar Negeri di Medsos Rentan TPPO
Tapi hal tersebut bukan teori semata. Pasalnya benar terjadi, dan tidak sedikit orang yang mengalaminya. Sebagai contoh nyata, pengalaman sang penulis yang secara langsung pernah mengalami tindakan pelanggaran hak privasi, bahkan dilingkup ruang pribadinya, dalam hal ini di kediamannya sendiri.
Suatu hari, saat tengah bersantai di teras rumah yang memang tidak ada pembatas (pagar) sembari menikmati sebatang rokok (FYI, penulis seorang perempuan). Kemudian, tepat disebelah rumahnya, muncul seorang bapak tua yang kemudian memegang ponselnya dengan mengarah kepada di penulis.
Nampak gerak-gerik si bapak tua tersebut seperti seorang yang tengah merekam aktivitas penulis yang sedang merokok. Dan bisa dipastikan, si bapak tua tersebut memang tengah merekam aktivitas penulis. Penulis yang menyadari hal tersebut, merasa risih dan geram.
Baca Juga:
Perusakan Kantor Polisi di Jaktim Empat tersangka Masih di Bawah Umur
Hanya saja, tidak banyak yang bisa dilakukan, lantaran penulis masih menjaga etika untuk tidak menegur atau melabrak si bapak tua. Karena, si bapak tua merekam dari area tempat tinggalnya yang bersebelahan dengan rumah penulis.
Contoh kasus nyata lainnya, ketika penulis melihat 'story whatsApp' seorang gadis yang memposting foto anak penulis. Dimana penulis sendiri tidak tau kapan anaknya difoto oleh gadis tersebut yang kemudian diposting di platform komunikasi pribadinya dengan captions seolah-olah sang anak menyukai atau bertingkah 'nurut' terhadap si gadis.
Hal tersebut tentu saja membangkitkan ketersinggungan penulis sebagai ibu kandung lantaran wajah sang anak menjadi konsumsi publik si gadis. Tapi setidaknya, penulis bisa menegur langsung dan meminta si gadis untuk menghapus postingannya tersebut.