Kedua, di bidang bisnis. KPK merilis laporan harta kekayaannya yang melampaui 3 triliun rupiah. Angka ini menempatkannya pada jajaran pejabat negara terkaya, bukan karena warisan, tetapi karena kerja panjang lintas puluhan tahun.
Harta bukan sekadar materi; ia cermin kedisiplinan dan kapasitas mengelola risiko.
Baca Juga:
Uang Mengalir hingga Masa Pensiun, Eks Sekjen Kemenaker Terima Rp12 Miliar
Ketiga, di ranah konsultan politik. Denny menorehkan rekor yang belum pernah ada: membantu memenangkan lima pemilihan presiden berturut-turut.
Itu bukan sekadar pencapaian profesional, tetapi pemahaman mendalam tentang psikologi publik dan detak nadi bangsa.
Keempat, Denny seorang filantrop. Ia mendirikan dana abadi untuk penghargaan sastra, dari sakunya sendiri---sebuah tradisi mulia yang bahkan belum dibangun negara.
Baca Juga:
Suap Pajak KPP Jakarta Utara Diduga Mengalir hingga Ditjen Pajak Pusat
Ia memastikan sastra Indonesia punya fondasi jangka panjang, bukan hidup dari harapan yang rapuh.
Kelima, ia seorang spiritualis. Denny membangun Forum Esoterika dan menulis buku "Agama Sebagai Warisan Kultural," yang kini diajarkan di sembilan universitas lintas agama.
Di sini Denny tidak mengkhotbahkan kebenaran tunggal, melainkan membuka ruang dialog batin.