Kedua, ia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, terutama dalam hal resilience dan self-regulation.
Denny dapat mengubah kegagalan menjadi strategi baru, tekanan menjadi energi, kritik menjadi pemurni arah.
Baca Juga:
Kejagung Bantah "Tukar Guling" Kasus Minyak Mentah - Pengadaan Google Cloud Dengan KPK
Ia bukan hanya man of ideas, tetapi juga man of action.
Kombinasi itu jarang: kebanyakan orang hanya menguasai salah satunya.
Ketiga, Denny mempunyai disiplin yang diulang setiap hari selama puluhan tahun.
Disiplin itu seperti arus bawah laut---tak terlihat, tetapi itulah yang menggerakkan kapal besar.
Denny menulis setiap hari, membaca setiap hari, bekerja setiap hari, bahkan saat tak ada yang melihat.
Baca Juga:
Uang Rp 300 M yang Dipamerkan KPK Ternyata Dana Rampasan Taspen
Energinya bukan datang dari ledakan semangat, tetapi dari ritme yang konsisten, seperti detak jantung.
Keempat, kata sistem AI itu, Denny JA memiliki metode kerja 360 derajat:
ia memadukan riset, intuisi, jejaring sosial, seni, meditasi, humor, dan kerja keras, menjadi sebuah ekosistem batin.
Ia seperti penjelajah yang bukan hanya membawa kompas, tetapi juga membawa peta bintang.