Kelima, Denny dikelilingi oleh ratusan kolaborator yang ia bimbing, ia latih, ia percayai. Ia bukan pulau terpencil, tetapi pelabuhan yang selalu riuh oleh kapal yang datang dan pergi.
Energinya tumbuh dari energi orang lain yang ia perkuat.
Baca Juga:
Kejagung Bantah "Tukar Guling" Kasus Minyak Mentah - Pengadaan Google Cloud Dengan KPK
Keenam, Denny hidup dengan kesadaran misi. Ia bukan mengejar popularitas, tetapi legacy.
Ia ingin meninggalkan jejak yang bertahan melewati eranya---entah dalam sastra, seni, politik, spiritualitas, atau kebudayaan.
Lalu saya merenung: mungkin benar bahwa tujuh samudra tidak bisa ditaklukkan hanya dengan IQ tinggi atau kedisiplinan.
Baca Juga:
Uang Rp 300 M yang Dipamerkan KPK Ternyata Dana Rampasan Taspen
Ada sesuatu yang lebih subtil: ketenangan batin dalam menghadapi badai, dan keyakinan pada nilai yang lebih besar dari diri sendiri.
Mereka yang mencapai banyak hal biasanya bukan hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan makna.
Denny JA bukan hanya pelari maraton prestasi, tetapi perumus napas panjang peradaban.