Malahan, alangkah baiknya jika segala pembaruan dan inovasi saat ini berjalan selaras dengan nilai-nilai ekologis, karena setiap kreativitas manusia merupakan kelanjutan dari kreativitas alam semesta.
Untuk itu, sudah sangat urgen gerbang zaman ekologis dibuka.
Baca Juga:
Teknologi Modifikasi Cuaca Siap Jinakkan Hujan Ekstrem, Begini Caranya
Hubungan antarorganisme dengan lingkungannya perlu diperbarui.
Visi bersama untuk menjaga keutuhan planet harus dimulai dari transformasi batin dan sosial yang ketat.
Visi ini ditanam sejak dan dalam dunia pendidikan, terutama pendidikan ekologis yang masih kurang disentuh.
Baca Juga:
Mencairnya Es Antarktika Picu 'Kebangkitan' Gunung Berapi Tersembunyi
Apalagi di Indonesia, perhatian terhadap lingkungan hidup masih rendah karena dianggap sebagai pengetahuan tambahan atau sampingan.
Atau pendidikan ekologis masih sebatas kurikulum teoretis, bukan praktis.
Padahal, dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, terdapat semangat untuk mencintai tanah air yang satu, yakni Indonesia.