Indonesia adalah negara dengan jumlah penganut Islam Sunni terbesar dunia. Sunni itu suatu mazhab (pemikiran) dalam fiqih Islam. Dalam Sunni ada 4 pemikiran / mazhab fiqih Islam Utama yaitu: Hanafi, Maliki, Syafi”I, dan Hanbali. Umat Islam Indonesia Imam fiqihnya terbesar adalah Imam Syafi'i.
Islam dunia mengenal ada 2 cabang atau disebut juga sekte atau aliran yaitu Sunni dan Syiah. Iran adalah Umat Islam dengan sekte Syiah yang terbesar. Sekte Syiah berkeyakinan bahwa kepemimpinan sesudah wafatnya Nabi Muhammad adalah berada di keluarga Rasulullah Muhammad SAW yaitu Ali bin Abi Thalib yang adalah sepupu sekaligus sekaligus menantu Beliau.
Baca Juga:
Negara Superpower Tapi Hobi Ngutang, Defisit AS Hampir US$1 Triliun
Kata Syiah itu sendiri Bahasa Arab yakni “Syi’at Ali” yang berarti pengikut Ali. Dan Ali sendiri dalam Mazhab Sunni adalah juga Khalifah yang keempat, bukan yang pertama. Yang pertama adalah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Persoalannya adalah Pengikut Syiah menginginkan khalifah pertama adalah keluarga Ahmad adalah berada di keluarga Rasulullah Muhammad SAW. Suatu dilema kepemimpinan yang menarik dan luar biasa yang kalau bisa disatukan tentu energi dan potensi Umat Islam luar biasa.
Dunia Barat atau dulu negara-negara penjajah yang menang Perang Dunia I (Eropa) dan berhasil meruntuhkan Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman Empire). Pada masa Sultan Sulaiman pada abad ke-16, Ottoman Empire sudah menguasai wilayah Asia Barat dan Afrika (Utara), Eropa Timur, dan sebagian Hongaria. Tahun 1922 Kekaisaran Utsmaniyah runtuh, dan sekarang Kekaisaran itu bernama Turki dan menjadi negara berbentuk republik.
Pada masa sebelum Perang Dunia I, pergesekan Islam Sunni dan Syiah tidak ada terdengar dengan tajam dan menimbulkan gesekan yang luar biasa. Kecuali di wilayah tertentu yang dapat diselesaikan oleh pihak Kekaisaran. Di wilayah Ottoman tetap hidup berdampingan antara Sunni dan Syiah. Focus lebih pada stabilitas politik dan pajak bukan sekedar Mazhab.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Tapi kita tahu di abad yang sama waktu itu di Persia ada Kekaisaran Safawi. Sekarang bernama Iran. Mereka menjadikan Syiah Imamiyah sebagai agama resmi negara. Kedua Kekaisaran itu berkonflik bukan saja soal sekte yang berbeda, tetapi lebih pada perebutan wilayah dan pengaruh. Yang menang tentu bisa meluaskan pengaruh mazhabnya masing-masing.
Pertempuran yang terkenal adalah Pertempuran Chaldiran (1514). Waktu itu sultan Ottoman nya adalah Selim I. dan Shah Safawi adalah Shah Islami I. Ottoman menang besar. Wilayah Anatolia Timur dan Kurdistan jatuh ke Ottoman. Pengaruh Syiah di wilayah Turki menjadi jauh berkurang. Maka Geopolitik sunni – Syiah di Timur Tengah bergeser ke Sunni.
Juga terjadi ketegangan di Anatolia. Di wilayah ini (Turki bagian Asia) ada kelompok Syiah atau dipengaruhi Safawi seperti komunitas Qizilbash. Karena mereka mendukung Safawi, pemerintah Ottoman sering melakukan tindakan penekanan, membatasi aktivitas politik mereka.