Sesudah Perang Dunia I, dan beberapa negara besar Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, mereka kavling bekas kekuasaan Ottoman Empire dengan pendekatan devide et Impera. Perseteruan tajam dihidup-suburkan, dikondisikan termasuk di Indonesia.
Jangan heran pemahaman yang keliru tentang Syiah di Indonesia hidup subur. Bahkan yang menamakan mereka yang dimasyarakat disebut Ustadz, tuan guru, tuan syaikh ikut mengatakan shalatnya beda, Al-Qur”an nya beda, syahadatnya beda dan lain sebagainya.
Baca Juga:
Negara Superpower Tapi Hobi Ngutang, Defisit AS Hampir US$1 Triliun
Tetapi saya mencermati para intelektual muslim kita saat ini, sudah banyak memberikan pemahaman yang benar bahwa Syiah itu adalah Agama Islam, tetapi dengan Sekte yang berbeda dengan Sunni. Perbedaan itu sesuatu yang tidak diharamkan dalam Islam. Kecuali yang sifatnya Tauhid. Bersyahadat yang sama, mengerjakan shalat, berpuasa di Bulan Ramadhan, berzakat dan naik berhaji.
Pemerintah Arab Saudi tidak melarang Syiah untuk naik haji. Sewaktu saya berhaji 25 tahun yang lalu, ciri khas rombongan Iran suka bergerombol. Termasuk rombongan Turki. Pernah saya shalat di Raudhah Masjid Nabawi, terjebak dengan rombongan Iran, tidak dapat masuk barisan mereka (terkunci) akhirnya saya tergeser jauh.
Sepertinya, Amerika Serikat dapat menguasai negara-negara Timur Tengah yang Islam Sunni dan menjinakkannya. Termasuk yang non-Arab, Indonesia(?). Bahkan, beberapa negara teluk seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, Arab Saudi menempatkan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka. Mungkin ditakuti adanya ancaman Iran.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Tetapi yang pasti tentu mengamankan sumber minyak untuk kepentingan Amerika Serikat . Amerika Serikat adalah menyedot minyak yang luar biasa dunia. Bahkan berapa besar penyediaan BBM bagi Kapal-kapal Induk mereka, pesawat-pesawat tempur, dan energi penduduknya yang terbesar ketiga sesudah China dan India.
Jika pasokan BBM mereka lumpuh, cadangan minyak mereka tidak cukup jangka waktu lama untuk memenuhi kebutuhan operasional perang mereka. Tinggalah besi rongsokan di tengah laut yang kehabisan bahan bakar.
Kesombongan Amerika Serikat