Dimana Posisi Indonesia?
Indonesia adalah negara besar tetapi kecil. Besar penduduknya nomor 4, dan besar wilayahnya dengan 17 ribu lebih pulau. Kecil pendapatan per kapitanya. Kecil kemampuan fiskalnya dibandingkan dengan penduduknya. Dan negeri miskin yang harus diberikan bantuan langsung tunai (BLT), dan makan bergizi gratis (MBG). Jumlah stunting yang banyak, tingkat pendidikan yang tidak merata antarwilayah.
Baca Juga:
Negara Superpower Tapi Hobi Ngutang, Defisit AS Hampir US$1 Triliun
Indonesia adalah pelopor negara Non Blok.Ikut perdamaian dunia dengan politik bebas aktif. Dalam perjalanannya Presiden Prabowo menerapkan politik luar negeri yang tidak jelas-ambigue. Masuk dalam BoP yang dibentuk Trump yang haus dara peperangan sama dengan Netanyahu. Indonesia siap-siap menyiapkan 8.000 pasukan perdamaian dengan bendera BoP . Bukan itu saja. Walaupun negara miskin dengan sombongnya mau ikut iuran Rp17 triliun. Jika untuk beli bahan makanan pokok diberikan ke rakyat miskin bisa bergembira dalam menghadapi lebaran ini.
Okelah. Niatnya ingin ikut memperbaiki dari dalam. Suatu argumentasi yang klasik. Tetapi persoalan saat ini adalah belum lagi BoP berjalan, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Membunuh kepala Negaranya. Maka wajarlah jika diplesetkan BoP sudah berganti nama menjadi BoW (Board of Wars). Dengan perubahan langkah dan kebijakan Trump, Prabowo sudah dan harus keluar di BoP, karena jelas tidak efektif lagi tujuannya sebagai Perdamaian. Pemimpinnya saja hobinya berperang.Kenapa harus diikuti.
Dalam situasi seperti ini Prabowo harus mengamati geopolitik global yang berubah.Pergeseran pengaruh dunia sedang terjadi. Jika Iran berhasil bertahan pasti negara-negara teluk berlutut ke Iran. Iran akan punya pengaruh besar di wilayah Timur Tengah.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Nominasi Amerika Serikat secara cepat atau lambat akan berakhir. Yang terbangun mungkin kompromi. Persoalan Palestina, pihak Israel bisa ditekan untuk duduk bersama. Hak veto Amerika Serikat mungkin tidak efektif lagi. Soal ancaman nuklir sudah banyak negara yang punya senjata nuklir. Iran mungkin sudah punya. China, Rusia, Pakistan, India, Korea Utara juga punya.
Keseimbangan dunia mungkin akan bergeser. Amerika tidak lagi jadi Polisi dunia tetapi cukuplah sebagai Satpam saja, pegang pentungan. Dari sisi kebangkitan Islam akan terjadi dengan dua poros utama yaitu Iran dan Indonesia. Kemesraan hubungan Syiah dan Sunni akan terjadi suatu kekuatan yang luar biasa. Terutama di Indonesia. Semakin banyak kelompok Muslim Indonesia yang mengecilkan perbedaan antara Sunni dan Syiah dan saling mencari kesamaan syariat di kedua sekte atau mazhab atau pemikiran Islam itu.
Di Iran-pun, akan terbangun suatu sikap akomodatif dan toleransi yang bagus antara Sunni dengan Syiah. Itu tidak sulit kita Al-Quran nya sama, Nabi nya juga sama, dan syahadatnya sama. Ya Islam. Bukan tidak mungkin kekonyolan Trump dan Netanyahu yang mengobok dunia, merupakan awal darikebangkitan Islam. Semoga Allah berkenan dan mengamini artikel ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin.