Namun, teknologi ini mulai disalahgunakan pelaku kejahatan siber untuk menjebak korban.
Quishing, gabungan dari istilah QR Code dan phishing, dilakukan dengan memancing korban agar memberikan data pribadi.
Baca Juga:
Iming-iming Paket Murah hingga Honeymoon, Ini Fakta Penipuan WO Ayu Puspita
Data tersebut bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas, penipuan finansial, hingga menguras rekening.
Direktorat Tindak Pidana Siber Polri pada 2024 sempat menegaskan, "Sasaran serangan ini adalah untuk mencuri informasi sensitif, seperti kata sandi, data keuangan, atau informasi pengenal pribadi, dan menggunakan informasi tersebut untuk tujuan lain, seperti pencurian identitas, penipuan keuangan, atau ransomware."
Meski demikian, ancaman Quishing bisa dihindari jika pengguna lebih waspada. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:
Baca Juga:
Mbah Tarman Jadi Tersangka Cek Palsu, Bagi-bagi Rp100 Ribu Tiap Tamu Saat Resepsi Hasil Gadaikan Mobil Rental
- Waspada terhadap sumber tak dikenal. Perlakukan kode QR seperti email atau pesan mencurigakan. Jangan memindai QR Code dari sumber yang tidak jelas.
- Perhatikan tanda-tanda phishing. Penipu biasanya membuat kesan darurat, misalnya ancaman penghapusan akun atau tawaran promo terbatas.
- Gunakan keamanan ganda. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), perbarui opsi pemulihan akun, dan pantau perangkat yang login.