WAHANANEWS.CO, Jakarta - Saham Apple anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Kamis (25/6/2026) setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga besar-besaran untuk lini MacBook dan iPad secara global.
Apple menyebut lonjakan harga tersebut dipicu kelangkaan chip memori dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ledakan permintaan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga:
Investor Wajib Tahu! Ini Daftar Emiten dengan Kepemilikan Super Terkonsentrasi
Kenaikan harga mulai berlaku di toko online Apple pada Kamis dan mencakup MacBook Neo, MacBook Air, MacBook Pro, iPad Air, serta iPad Pro. Sementara itu, Apple memutuskan tidak menaikkan harga iPhone.
Toko online Apple sempat tidak dapat diakses pada Kamis pagi sebelum akhirnya diperbarui dengan daftar harga baru. Setelah pengumuman tersebut, saham Apple ditutup turun sekitar 5,3%, memangkas kapitalisasi pasar perusahaan sekitar US$275 miliar (sekitar Rp 4.482).
Penurunan itu membuat posisi Apple semakin dekat dengan Alphabet dalam persaingan kapitalisasi pasar global. Sebelum perdagangan Kamis, Nvidia masih menjadi perusahaan dengan nilai pasar terbesar sekitar US$5,4 triliun, disusul Apple dan Microsoft. Namun, Alphabet dalam beberapa pekan terakhir terus bergantian menempati posisi kedua bersama Apple.
Baca Juga:
BPKN RI Soroti Praktik “Goreng Saham”, Sebut Ancaman Serius bagi Kepercayaan Pasar Modal
Secara rinci, harga awal MacBook Neo naik menjadi US$699 dari sebelumnya US$599. MacBook Air kini dibanderol mulai US$1.299 dari US$1.099, sedangkan MacBook Pro 14 inci naik menjadi US$1.999 dari US$1.699.
Di lini tablet, harga iPad Pro 11 inci meningkat menjadi US$1.199 dari sebelumnya US$999. Sementara itu, iPad Air kini dijual mulai US$749, naik dari US$599.
Apple mengakui kenaikan harga komponen terjadi jauh lebih cepat dibandingkan yang pernah dialami perusahaan sebelumnya.