Sementara itu, Goldman Sachs dan Morgan Stanley memperkirakan kekurangan pasokan chip memori masih akan berlangsung hingga setidaknya 2027 sehingga harga memori tetap tinggi.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Nintendo telah mengumumkan kenaikan harga konsol andalannya sebesar US$50 mulai September. Sony dan Microsoft juga baru-baru ini menaikkan harga konsol PlayStation dan Xbox. Di pasar komputer, Lenovo, Dell, dan HP turut menaikkan harga produk PC, server, dan laptop.
Baca Juga:
Investor Wajib Tahu! Ini Daftar Emiten dengan Kepemilikan Super Terkonsentrasi
Kenaikan harga MacBook Neo juga menghapus keunggulan harga yang sebelumnya dimiliki Apple atas Dell XPS 13. Laptop terbaru Dell yang diluncurkan bulan ini dijual mulai US$699, sama persis dengan harga baru MacBook Neo. Sebelumnya, MacBook Neo lebih murah US$100 sejak diluncurkan pada Maret lalu.
Meski saham Apple tertekan, analis Wedbush Dan Ives tetap mempertahankan rekomendasi outperform dengan target harga saham US$400. Ia menilai basis pelanggan premium Apple membuat perusahaan tidak akan kehilangan banyak konsumen meski menaikkan harga.
Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada iPhone generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada September mendatang. Apple juga diperkirakan memperkenalkan model iPhone lipat pertama dengan harga awal di atas US$2.000.
Baca Juga:
BPKN RI Soroti Praktik “Goreng Saham”, Sebut Ancaman Serius bagi Kepercayaan Pasar Modal
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.