"Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dan secepat ini. Selama ini kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut, tetapi kini kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk kenaikan harga iPad dan Mac yang diumumkan hari ini," kata juru bicara Apple, dikutip WashingtonTimes, Selasa (30/6/2026).
"Kami tahu ini bukan kabar yang diharapkan, dan kami bekerja tanpa henti untuk menemukan solusinya," ujarnya menambahkan.
Baca Juga:
Investor Wajib Tahu! Ini Daftar Emiten dengan Kepemilikan Super Terkonsentrasi
Sinyal kenaikan harga sebenarnya telah disampaikan CEO Apple Tim Cook pekan lalu. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook mengatakan kenaikan harga sudah menjadi "tidak dapat dihindari" akibat melonjaknya biaya komponen.
"Ada pasokan yang semakin sedikit ketika konsumen justru menginginkan perangkat, dan para produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar," kata Cook.
Sebelumnya, Cook juga menggambarkan krisis tersebut sebagai banjir yang terjadi sekali dalam seratus tahun, situasi yang belum pernah ia saksikan selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi.
Baca Juga:
BPKN RI Soroti Praktik “Goreng Saham”, Sebut Ancaman Serius bagi Kepercayaan Pasar Modal
Akar persoalan berasal dari kelangkaan global chip dynamic random access memory (DRAM), komponen utama yang digunakan hampir di seluruh perangkat elektronik modern. Menurut lembaga riset TrendForce, harga kontrak DRAM konvensional melonjak hingga 90%-95% secara kuartalan pada kuartal I-2026. Pada kuartal berjalan, harga diperkirakan masih akan naik 58%-63%.
Lonjakan yang disebut sebagian analis sebagai "RAMageddon" itu dipicu ledakan pembangunan pusat data AI. Perusahaan seperti Nvidia menandatangani kontrak pasokan jangka panjang dengan produsen chip memori sehingga pasokan untuk pasar elektronik konsumen semakin terbatas.
Micron bahkan mengungkapkan telah mengamankan komitmen pasokan jangka panjang senilai US$22 miliar. Dalam laporan keuangan terbarunya, pendapatan perusahaan melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi US$41,46 miliar dari US$9,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, didorong permintaan produk memori dan penyimpanan untuk AI.