Namun, otak dapat terbiasa dengan pola hidup yang minim tantangan, serba instan, dan dipenuhi rangsangan singkat.
Semakin sering otak dilatih untuk fokus, belajar, bergerak, berinteraksi, dan menyelesaikan tantangan, semakin besar pula kesempatan untuk mempertahankan ketajaman fungsi kognitif.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Sebaliknya, terlalu lama pasif dan terus-menerus mengejar hiburan instan dapat membuat seseorang semakin mudah bosan dan semakin sulit bertahan dalam aktivitas yang membutuhkan perhatian.
Jadi, ketika otak mulai terasa lemot, solusi terbaik mungkin bukan mencari video berikutnya.
Otak bisa jadi sedang meminta sesuatu yang lebih bermakna.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
[Redaktur: Elsya TA]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.