Membaca topik baru, menulis, berdiskusi, belajar bahasa, memainkan alat musik, memasak resep baru, mengunjungi tempat berbeda, dan mempelajari keterampilan praktis dapat memberi tantangan yang dibutuhkan otak.
Aktivitas fisik juga penting karena kesehatan otak tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Penelitian terhadap gaya hidup sehat menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, kegiatan kognitif, pola makan sehat, dan fungsi kognitif yang lebih baik pada kelompok lanjut usia.
Interaksi sosial pun dapat melatih ingatan, bahasa, perhatian, pengendalian emosi, serta kemampuan memahami orang lain.
Tidak perlu menghentikan seluruh hiburan digital.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Yang dibutuhkan adalah mengurangi kebiasaan berpindah-pindah konten dan mulai melatih diri menyelesaikan satu aktivitas tanpa gangguan.
Cobalah membaca selama 20 menit tanpa membuka notifikasi, menonton satu video sampai selesai, berjalan kaki tanpa terus memeriksa ponsel, atau mempelajari satu keterampilan baru secara rutin.
Jadi, sebenarnya otak tidak benar-benar menjadi malas seperti manusia yang menolak bekerja.