“Boredom is a state of wanting, not of apathy,” kata Danckert.
Menurutnya, orang yang bosan sebenarnya sedang mencari aktivitas yang dapat memuaskan kebutuhan untuk bertindak dan merasa efektif terhadap lingkungan sekitarnya.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Karena itu, kebosanan dapat berfungsi sebagai sinyal agar seseorang mengubah aktivitasnya.
Persoalannya muncul ketika sinyal tersebut selalu dijawab dengan kegiatan pasif dan instan, seperti berpindah-pindah aplikasi atau terus menggulir video pendek.
Scroll Video Justru Bisa Membuat Makin Bosan
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Banyak orang membuka TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts untuk mengusir rasa bosan.
Namun, penelitian justru menemukan bahwa kebiasaan berpindah-pindah video dapat meningkatkan kebosanan.
Penelitian Katy Tam dan Michael Inzlicht yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General melibatkan tujuh eksperimen dengan lebih dari 1.200 peserta.