Membaca buku, menyelesaikan laporan, belajar keterampilan baru, atau mendengarkan penjelasan panjang membutuhkan perhatian yang lebih stabil.
Seseorang akhirnya lebih mudah terdistraksi, ingin berpindah aktivitas, atau mencari ponsel ketika pekerjaan mulai terasa sedikit membosankan.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Kurangnya rangsangan berkualitas juga berbeda dengan beristirahat.
Istirahat tetap dibutuhkan untuk memulihkan energi, mengatur emosi, serta membantu proses pembentukan dan penyimpanan ingatan.
Masalahnya bukan terletak pada tidur, bersantai, atau melamun sesekali.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Masalah muncul ketika hampir seluruh waktu luang diisi dengan konsumsi pasif, tanpa kegiatan fisik, interaksi sosial, kreativitas, pembelajaran, atau tantangan baru.
Cara “Membangunkan” Otak yang Terlalu Nyaman
Menjaga otak tetap aktif tidak harus dilakukan dengan mengerjakan soal matematika sulit setiap hari.