Kemampuan yang sering digunakan dapat semakin terlatih, sedangkan kemampuan yang jarang digunakan bisa menjadi kurang efisien.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap penelitian mengenai stimulasi kognitif pada kelompok lanjut usia menemukan bahwa aktivitas stimulasi dapat membantu fungsi kognitif umum, memori, orientasi, bahasa, dan kemampuan berhitung.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerugian Capai Rp668 Triliun
Temuan tersebut tidak berarti seseorang akan langsung mengalami gangguan otak hanya karena bermalas-malasan selama beberapa hari.
Namun, dalam jangka panjang, minimnya aktivitas fisik, sosial, dan intelektual dapat membuat otak kehilangan kesempatan untuk terus beradaptasi dan membangun cadangan kognitif.
National Institute on Aging Amerika Serikat menyebut aktivitas fisik, menjaga kesehatan, tidur yang cukup, hubungan sosial, dan kegiatan yang melibatkan pikiran sebagai bagian dari langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan kognitif.
Baca Juga:
KPK Sebut SK Bupati Sukoharjo Jadi Alat Pemerasan, Setoran Capai Rp2,93 Miliar
Mengapa Otak Mudah Bosan?
Kebosanan muncul ketika seseorang ingin terlibat dalam suatu aktivitas, tetapi tidak menemukan kegiatan yang dianggap cukup menarik, menantang, atau bermakna.
Profesor psikologi dari University of Waterloo, James Danckert, menjelaskan bahwa kebosanan bukanlah keadaan tanpa keinginan.