Proses pemisahan tersebut sebenarnya telah dimulai sekitar 45 juta tahun lalu akibat pergerakan lempeng Afrika dan Somalia yang saling menjauh sekitar 4,7 milimeter per tahun.
Dalam beberapa juta tahun mendatang, retakan ini diperkirakan memasuki fase oseanisasi.
Baca Juga:
Kerap Dibully dan Fotonya Dijadikan Stiker, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Kantor
Pada fase itu, kerak Bumi akan semakin meregang hingga magma keluar dari bawah permukaan dan membentuk cekungan yang nantinya berubah menjadi dasar laut baru setelah dimasuki air dari Samudra Hindia.
Fenomena serupa diketahui mulai terjadi di Cekungan Afar yang berada di timur laut Afrika dekat Laut Merah.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa susunan benua di Bumi sebenarnya terus bergerak meski sangat lambat.
Baca Juga:
Sergey Brin Rogoh Rp1,8 Triliun demi Gagalkan Pajak Miliarder California, Apa yang Ditakutkan?
Lebih dari 200 juta tahun lalu, seluruh daratan di Bumi pernah menyatu dalam satu superbenua.
Di masa depan, sebagian besar benua diperkirakan kembali bersatu akibat pergerakan lempeng tektonik.
Ketika dua lempeng bertabrakan, pegunungan akan terbentuk, sementara saat lempeng menjauh maka lautan baru tercipta.